PROMES

Surat sanggup bayar atau biasa juga disebut “surat promes” atau promes yang dalam bahasa Inggris disebut juga promissory note, dalam akuntansi dapat juga disebut “nota yang dapat diuangkan” adalah merupakan suatu kontrak yang berisikian janji secara terinci dari suatu pihak (pembayar) untuk membayarkan sejumlah uang kepada pihak lainnya (pihak yang dibayar). Kewajiban ini dapat timbul dari adanya suatu kewajiban pelunasan suatu hutang. Misalnya, dalam suatu transaksi penjualan barang dimana pembayarannya mungkin saja dilakukan sebagian secara tunai dan sisanya dibayar dengan menggunakan satu atau beberapa promes. Perbedaan pokok antara surat sanggup dengan wesel. Wesel merupakan surat perintah membayar, sedangkan surat sanggup adalah surat janji/kesanggupan untuk membayar. Karena wesel merupakan surat perintah untuk membayar maka dalam wesel ada pihak yang diperintah untuk membayar yang disebut dengan tertarik, sedangkan dalam surat sanggup tidak ada.

Promes berbeda dari surat pengakuan hutang biasa dimana pada surat pengakuan hutang hanya merupakan bukti atas hutang seseorang, tetapi dalam promes tertera adanya suatu persetujuan untuk melakukan pembayaran atas jumlah yang tercantum pada promes tersebut. Kegunaan lain dari promes yaitu untuk pembiayaan atas kebutuhan dana suatu perusahaan yaitu melalui penerbitan atapun pengalihan surat berharga.

Unsur dalam promes :

1.                  Jumlah pokok hutang

2.                  Bunga (bila ada)

3.                  Tanggal Jatuh tempo pembayaran

4.                  Ketentuan yang mengatur bila si pembayar mengalami gagal bayar

Promes atas unjuk adalah suatu promes yang tidak mencantumkan tanggal jatuh tempo pembayaran dimana pembayaran harus dilakukan setiap saat apabila diminta oleh pemberi pinjaman. Biasanya sipemberi pinjaman akan mengirimkan pemberitahuan dengan tenggang waktu beberapa hari sebelum tanggal pembayaran yang diinginkan.

Promes adalah berbeda dari surat pengakuan hutang biasa dimana pada surat pengakuan hutang hanya merupakan bukti atas hutang seseorang, tetapi dalam promes tertera adanya suatu persetujuan untuk melakukan pembayaran atas jumlah yang tercantum pada promes tersebut.

Di Amerika, promes dapat diperdagangkan sepanjang memenuhi beberapa persyaratan berdasarkan aturan pada pasal 3 dari Hukum Dagang Amerika (Uniform Commercial Code). Promes yang dapat diperdagangkan tersebut digunakan secara luas dalam pembiayaan transaksi perumahan dimana promes tersebut digabungkan dengan pembebanan hak tanggungan.

Di Indonesia, ketentuan mengenai promes atau “surat sanggup bayar” ini diatur dalam pasal 174-177 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD). Dimana menurut KUHD, promes adalah merupakan penyanggupan tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal jatuh tempo dan pada tempat pembayaran yang ditentukan dengan mencantumkan nama orang yang kepadanya pembayaran itu harus dilakukan atau yang kepada tertunjuk pembayaran harus dilakukan dengan ditanda tangani oleh orang yang mengeluarkan promes. Apabila pada promes atau surat sanggup tersebut tidak dicantumkan tanggal jatuh tempo pembayaran maka dianggap harus dibayar atas unjuk.

Jika kita merujuk kepada PSAK 09 Tentang penyajian Asset lancar dan Kewajiban lancar, maka transaksi yang anda maksudkan termasuk dalam kategori Kewajiban lancar.

Jurnal untuk transaksi di atas adalah :

1.   dibeli dan dibayar dengan sebuah promes, barang dagang Rp750.000,00 dari Fa Famili.

Jurnal :

Pembelian (D)                                          750.000

Hutang Promes (K)                                  750.000

2.    bulan yang lalu dibeli dari Fa Sahabat, barang dagang Rp1.000.000,00 per 30 hari, yang jatuh tempo pada hari ini. Karena perusahaan tidak memiliki uang tunai maka dikirim kepada Fa Sahabat sebuah promes sebesar Rp1000.000,00 per 30 hari dengan bunga 8%.

Jurnal :

Pembelian (D)                                          1.000.000

Hutang Promes (K)                                  1.000.000

3.    dibayar dengan sebuah cek, promes dan bunganya jatuh tempo hari ini kepada Fa Sahabat (lihat transaksi 2)

Jurnal :

Hutang Promes (D)                                        1.000.000

Beban Bunga Promes (D)                                 80.000

Bank (K)                                                   1.080.000

 

Ketentuan Surat Sanggup

Agar surat sanggup dapat dikatakan sebagai surat sanggup maka harus berisikan hal-hal sebagai berikut:

Ø  Penyebutan ”surat sanggup” dimuat dalam teksnya sendiri.

Ø  Kesanggupan tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu.

Ø  Penetapan hari bayarnya.

Ø  Penetapan tempat dimana pembayaran harus dilakukan.

Ø  Nama orang yang kepadanya pembayaran harus dilakukan.

Ø  Tanggal dan tempat surat sanggup itu ditandatanganinya.

Ø  Tanda tangan orang yang mengeluarkan surat sanggup itu.

Surat sanggup dapat diterbitkan oleh subjek hukum baik yang merupakan subjek hukum perorangan maupun badan hukum. Khusus surat sanggup yang diterbitkan oleh badan hukum merupakan Perusahaan Pembiayaan (Financial Institution) yang diatur dalam SK Menteri Keuangan No.606/KMK/1995, tanggal 19 Desember 1995, yang pada intinya perusahaan pembiayaan dalam menerbitkan surat sanggup berlaku beberapa ketentuan yaitu :

Ø  Perusahaan pembiayaan dilarang menerbitkan surat sanggup kecuali sebagai jaminan atas hutang kepada bank yang menjadi kreditur.

Ø  Perusahaan pembiayaan dilarang memberikan jaminan dalam segala bentuk kepada pihak lain.

Ø  Surat sanggup yang diterbitkan sesuai dengan yang dimaksud pada huruf a di atas tidak dapat dialihkan dan dikuasakan kepada pihak manapun juga (non negotiable).

Ø  Berdasarkan huruf b di atas, maka perusahaan pembiayaan tidak diperbolehkan menjadi penjamin hutang pihak lain termasuk dalam bentuk coporate quarantee.

Syarat Formal Surat Sanggup

Dalam undang-undang tidak terdapat perumusan atau definisi surat sanggup. Tetapi dalam pasal 174 KUHD dimuat syarat-syarat formal sepucuk surat sanggup. Syarat-syarat formal tersebut dapat dirumuskan dari pengertian atau definisi surat sanggup itu “sebagai surat yang memuat kata sanggup atau promesse aan order, yang ditandatangani pada tanggal dan tempat tertentu, dengan mana penandatangan menyanggupi tanpa syarat untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada pemegang atau penggantinya pada tanggal dan tempat tertentu”.

Mengenai syarat-syarat formal surat sanggup diatur alam Pasal 174 KUHD. Menurut ketentuan pasal tersebut, setiap surat sanggup harus memuat syarat-syarat sebagai berikut:

Ø  Baik klausula order, penyebutan surat sanggup atau promes atas pengganti, harus dimuat dalam teksnya sendiri dan diistilahkan dalam bahasa surat itu ditulis

Ø  Kesanggupan tanpa syarat untuk membayar sejumlah uang tertentu penetapan hari bayar

Ø  Penetapan tempat di mana pembayaran harus dilakukan

Ø  Nama orang kepada siapa atau penggantinya pembayaran harus dilakukan

Ø  Tanggal dan tempat surat sanggup itu ditandatangani

Ø  Tanda tangan orang yang mengeluarkan surat sanggup.

Syarat-syarat formal tersebut di atas ini mutlak harus dipenuhi oleh sepucuk surat sanggup. Hal ini ditentukan dalam pasal 175 KUHD yang menyatakan bahwa apabila salah satu dari syarat -syarat tersebut tidak ada, surat itu tidak berlaku sebagai surat sanggup.
”Surat wesel adalah surat perintah membayar, sedangkan surat sanggup adalah surat janji membayar”

Sumber:

http://rhetack.blogspot.com/2010/08/pengertian-wesel-dan-promes.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_sanggup_bayar

http://uziek.blogspot.com/2010/01/promes-wesel-atau-surat-pengakuan.html

tgl download 24 feb 2011 jam 08.43pm

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: