Break Even point

Analisis break even point atau biasa disebut juga dengan Analisis Titik Impas digunakan untuk menentukan jumlah penjualan (dalam Rp atau unit) yang menghasilkan EBIT (Earnings Before Interest and Tax atau laba bersih sebelum bunga dan pajak) sebesar 0. Dengan kata lain break even point (BEP) adalah suatu titik yang menunjukkan tingkat penjualan yang menyebabkan perusahaan tidak untung juga tidak rugi. Analisis Break Even Point adalah suatu teknik analisis yang mempelajari hubungan antara biaya-biaya tetap, biaya-biaya variabel, volume kegiatan penjualan, dan harga jual yang akan mempengaruhi laba perusahaan.

Menurut Mulyadi (1997 : 232) Break Even Point adalah suatu usaha yang tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.

Selanjutnya menurut Sofyan Syafri Harahap (1998 : 358) break even berarti suatu keadaan dimana perusahaan tidak mengalami laba dan juga tidak mengalami rugi, artinya seluruh biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan produksi itu dapat ditutupi oleh penghasilan penjualan, dimana total biaya (tetap dan variabel) sama dengan total penjualan sehingga tidak ada laba dan tidak rugi.

Kemudian menurut Bambang Rianto (1995 ; 360) Break even point adalah “ Volume penjualan dimana penghasilannya (revenue) tepat sama besarnya dengan biaya totalnya, sehingga perusahaan tidak mendapatkan keuntungan ataupun menderita kerugian. Sedangkan menurut S.Munawir (2002 ; 458) titik break event atau tititk pulang pokok dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana dalam operasinya perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi (total penghasilan = biaya total). Dari pengertian tersebut diatas, dapatlah disimpulkan bahwa Break even point adalah suatu keadaan dimana perusahaan dalam opersi tidak mengalami laba dan tidak mengalami kerugian (dimana total penghasilan sama dengan biaya total).

Analisa BEP yang sering kali juga disebut dengan istilah “ Cost-Volume- Profit “ merupakan suatu alat analisa yang sering digunakan oleh manajemen didalam pengambilan keputusan atas masalah yang berkaitan dengan harga biaya, volume produksi ,.penjualan dan keuntungan. Dengan memanfaatkan analisis pulang pokok, manajer dapat mengetahui titik impas (Break even point) yang menunjukkan volume penjualan dan produksi yang tidak mangakibatkan kerugian atau diperolehnya keuntungan analisis ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengetahui berapa volume produksi dan penjualan yang harus dicapai untuk mendapatkan sejumlah keuntungan tertentu.

Perusahaan dapat dikatakan dalam keadaan break even point bila mana penghasilannya (revenue) yang diterima sama dengan ongkosnya dan juga adanya keseimbagan dalam grafik break even dimana terdapat titik potong antara garis hasil penjualan dan jumlah biaya-biaya. Menurut Agus Sabardi, (1994 : 40) apabila dalam mengadakan analisa break even maka asumsi –asumsi dasar sebagai berikut :

  1. Semua biaya dapat diklasifikasikan dan diukur secara realistic sebagai biaya tetap dan biaya variable
  2. Harga jual per unit tidak berubah baik untuk jumlah penjualan sedikit maupun banyak atau dengan kata lain analisa break event tidak mengakui adanya potongan harga karena jumlah pembelian
  3. Hanya terdapat satu jenis produk, apabila perusahaan memproduksi lebih dari satu jenis produk, maka harus dianggap satu jenis produk dengan proporsi yang tetap konstan .
  4. Kebijakan manajemen tentang operasi perusahaan tidak berubah secara material dalam jangka waktu pendek.
  5. Tingkat harga pada umumnya akan tetap stabil dalam jangka waktu pendek.
  6. Persediaan tetap konstan atau tidak ada persediaan
  7. Efisiensi dan produktifitas per karyawan tidak berubah dalam

Untuk menganalisis titik impas ini ada 2 (dua) cara yang biasa digunakan, yakni :

  1. Analisis Grafis.
  2. Analisis Matematis dengan rumus.

1. Analisis Grafis

Untuk melakukan analisis grafis prasyarat utama harus mempunyai data yang lengkap dalam sebuah tabel. Barulah setelah ada data-data tersebut dapat dilakukan pembuatan grafik.

Tabel Data Analisis Impas Grafis

(dalam ribuan rupiah)

Satuan yg dijual/ diproduksi (unit)

Jumlah

biaya variabel

Jumlah

biaya tetap

Jumlah biaya

Hasil penjualan

Laba neto (Rugi)

20.000

40.000

50.000

60.000

80.000

100.000

120.000

140.000

24.000

48.000

60.000

72.000

96.000

120.000

144.000

168.000

40.000

40.000

40.000

40.000

40.000

40.000

40.000

40.000

64.000

88.000

100.000

112.000

136.000

160.000

184.000

208.000

40.000

80.000

100.000

120.000

160.000

200.000

240.000

280.000

(24.000)

(8.000)

0

8.000

24.000

40.000

56.000

72.000

Tabel 1.

2. Analisis Matematis dengan rumus

  1. Rumus Break Even Point

              # BEP dalam Unit = F/P – V

dimana :

F    = Total Fixed Cost (biaya tetap)

P    = Harga jual per unit

V   = Variable Cost (biaya variabel) per unit

# BEP dalam Rupiah = F / 1 – (V / P)

dimana :

F    = Fixed Cost per unit

V   = Variable Cost per unit

P    = Harga jual per unit

3. Konsep Contribusi Margin

Kontribusi Margin merupakan selisih antara penjualan dengan Biaya Variabel dimana kontribusi margin ini dapat digunakan untuk menutupi besarnya Biaya Tetap sehingga perusahaan pun mendapatkan keuntungan.

Penjualan (TR = P.Q)                           xxx

Biaya Variabel (TFC = VC. Q)           xxx -

Contribusi Margin                                xxx

Biaya Tetap (TFC)                                 xxx -

Laba Kotor                                              xxx

Tujuan Mencari Titik Impas :

# Mencari tingkat aktivitas dimana pendapatan = biaya

# Menunjukkan suatu sasaran volume penjualan minimal yang harus diraih oleh perusahaan

# Mengawasi kebijakan penentuan harga

# Memungkinkan perusahaan mengetahui apakah mereka beroperasi dekat / jauh dari titik impas ?

# Margin of Safety

Margin of safety erat hubungannya dengan analisis berak even yaitu untuk menentukan seberapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita rugi.

Margin of safety dapat ditentukan dengan formula :

M/S =

Budget Sales – BEP

X 100 %

Budget Sales

Budget Sales diartikan sebagai jumlah penjualan yang ditargetkan (dibudgetkan).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: