USUL (PROPOSAL)

Yang dimaksud dengan usul atau proposal adalah suatu saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan.

Sifat dan Jenis Usul

Bila sumua tulisan lain dibuat berdasarkan bahan-bahan yang sudah tersedia atau sesuatu yang sudah terjadi, sebaliknya usul dibuat berdasarkan sesuatu yang belum ada. Walaupun barang yang diusulkan itu belum ada, penulis usul harus merangkaikannya sedemikian rupa sehingga dapat meyakinkan penerima usul. Penerima usul harus betul-betul diyakinkan bahwa penulis usul, entah perseorangan ataupun suatu organisasi, akan sanggup melaksanakan pekerjaan yang direncanakan dan diusulkannya.

Usul Non-formal

Usul-usul yang bersifat non-formal bentuknya beraneka ragam, tergantung dari penulis, atau kesepakatan antara penulis dan penerima usul. Kadang-kadang usul non-formal disampaikan juga dalam bentuk memorandum atau surat. Terlepas dari bentuk mana yang akan dipergunakan, sebuah usul non-formal selalu harus mengandung hal-hal berikut:

Masalah

Masalah yang disampaikan dalam sebuah usul, haruslah dirumuskan dengan jelas. Penulis harus mengadakan identifikasi masalah yang dihadapi dengan cermat,  menggambarkan latar belakang atau sejarah persoalan yang dihadapi, serta menunjukkan betapa pentingnya masalah itu dilaksanakan atau diselesaikan sekarang juga.

Saran Pemecahan

Saran-saran yang disampaikan untuk memecahkan masalah yang dihadapi, merupakan inti dan sasaran utama dari setiap usul. Penulis berusaha menampilkan jalan-jalan keluar yang dianggapnya paling baik untuk mengatasi atau menyelesaikan pekerjaan yang dihadapi.

Permohonan

Penulis menyampaikan permohonan untuk melaksanakan pekerjaan yang khusus itu, atau bersedia menyampaikan informasi yang diperlukan untuk keluar dari masalah yang dihadapi itu. Ia harus sekali merumuskan dengan tegas apa yang ingin dikerjakan.

Usul Formal

Usul formal harus memenuhi persyaratan tertentu. Sekurang-kurangnya ada tiga bagian utama, yaitu:

Bagian pelengkap pendahuluan

Beberapa bagian mutlak perlu dimasukkan dalam bagian pelengkap pendahuluan ialah surat pengantar atau memorandum pengantar, halaman judul, ikhtisar atau abstrak, daftar isi, dan penegasan permintaan.

Isi usul

Isi usul memuat uraian yang terperinci dari pekerjaan atau tugas yang akan dilakukan. Masalah-masalah yang akan dikerjakan itu berbeda-beda sifatnya, disamping itu situasinya pun tidak sama bahkan pada pekerjaan-pekerjaan yang dianggap sejenis. Namun demikian beberapa topik dibawah ini selalu akan dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam isi sebuah usul yaitu: pembatasan masalah, latar belakang, luas-lingkup, metodologi, fasilitas, personalia, keuntungan dan kerugian, lama waktu, biaya, dan laporan.

Bagian pelengkap penutup

Bagian ini sama dengan laporan dan tulisan formal yang lain, berisi bahan keperpustakaan, lampiran-lampiran gambar, tabel, dan sebagainya yang dipergunakan dalam usul itu.

Susunan dan perincian tiap bagian tidak mutlak harus mengikuti pola seperti yang telah disebutkan. Ada bagian yang dapat digabungkan, ada pula yang memerlukan perincian lebih jauh.

Sumber : Gorys Keraf.komposisi.NTT:Penerbit Nusa Indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: