Kebutuhan vs Keinginan, lebih dulu mana??

Terkadang kita sering salahartikan antara kebutuhan dan keinginan kita, kebutuhan itu harus diprioritaskan dari pada keinginan kita. Kebutuhan itu melingkupi kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder yang memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan kadar yang cukup. Lain halnya dengan keinginan, keinginan lebih kepada hasrat kita untuk memiliki lebih dan memuaskan kita. Keinginan itu memang pada dasarnya tidak salah tapi harus bijak untuk membeli atau mendapatkan apa yang menjadi keinginan kita. Pada dasarnya keinginan itu “ada harga yang harus kita bayar” maksudnya adalah bahwa untuk memenuhi keinginan untuk mendapatkannya butuh pengorbanan yang lebih terutama dalam hal uang, waktu dan tenaga.

Pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Apalagi untuk kaum wanita, kenapa? Karena kebanyakan wanita tidak tahan dengan adanya sale atau sesuatu yang diobral. Saya akan berbagi cara kita menggunakan ‘uang’ kita dengan bijak :

1. Bagi para pria dan wanita pekerja biasakan ketika menerima gaji atau upah langsung menyisihkannya untuk tabungan misalnya 10%-40% dari gaji kita.

2. Bagi para siswa / mahasiswa biasakan juga untuk satu hari menyisihkan uang jajan kita 10%-30% untuk ditabung. Kenapa kadar persennya lebih kecil daripada pekerja? Karena menurut saya para siswa / mahasiswa itu lebih egois untuk menyenangkan diri sendiri. Lain halnya dengan pekerja, biasanya lebih bijak yang harus dibeli ataupun tidak.

3. Setelah kita telah sisihkan untuk ditabung lalu kalkulasikan biaya-biaya yang biasanya kita keluarkan atau biaya yang tidak terhindarkan. Misalnya : makan, listrik, air, pulsa dan lain-lain.

4. Diusahakan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran kita selama sebulan sekecil apapun itu. Supaya kita bisa mengatur uang dengan bijak.

5. Setiap akhir pencatatan kita bisa lihat apa aja yang harus dihindarkan atau dikurangi dalam pembelanjaan kita. Kalau ada lebih bisa untuk dialihkan ke tabungan atau bisa dipakai sedikit untuk memenuhi keinginan kita.

Mari yuk kita belajar bijak terutama dalam hal uang, ketika kita dapat mengelola perkara kecil ini yaitu mengelola uang pribadi. Suatu saat nanti kita pasti dipercayakan untuk mengelola perkara yang besar. Selamat berusaha semoga sukses.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: