Gugat Presiden dan Gubernur karena macet??

Jakarta Agustinus Dawarja dan Ngurah Anditya menggugat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Gubernur Jakarta Fauzi Bowo lewat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) karena macet Jakarta sudah akut. Bagaimana tanggapa Joko Widodo yang juga bakal ikut dalam Pilkada DKI?
“Kalau ada yang menggugat, ya mungkin itu jengkel banget itu,” ujar Jokowi di Tugu Proklamasi, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/6/2012).
Jokowi merasa paham dengan kekesalan warga Jakarta yang hampir tiap saat harus berhadapan dengan kemacetan parah. Dan gugatan itu dianggapnya sebagai sesuatu yang realistis.
“Ini bukan masalah dukung mendukung. Tapi masalah realitas, masyarakat jengkel dan kemudian menggugat. Saya kira itu wajar,” jelasnya.
Dalam permohonan citizen law suit ini, mereka berdua meminta SBY dan Foke membuat 8 kebijakan untuk menanggulangi macet. Mereka tidak menuntut gugatan dalam besaran uang. “Citizen law suit (gugatan warga negara terhadap negara) memang tidak ada nilai gugatan materi,” ujar Ngurah.
Sebagai advokat yang berkantor di kawasan segitiga emas Kuningan, Jakarta, kemacetan merupakan mimpi buruk bagi mereka. Ngurah merasa hal ini juga dirasakan oleh seluruh orang yang hendak beraktivitas di Jakarta dan sekitarnya.
“Kami mendaftarkan kasus ini pada 31 Januari 2012 lalu. Besok sidang lanjutan dengan agenda pembuktian,” ungkap Ngurah.

kalau menurut saya sebagai pengguna jalan, kenapa macet bisa terjadi? karena ada beberapa faktor diantaranya kondisi angkutan umum yang tidak layak bahkan kenyamanan dan keamanan dalam angkutan sangat riskan. Jangankan angkutan umum bahkan didalam busway atau kereta yang pemerintah memang menyediakan dan mempunyai jalur khusus makin kemari kenyamanan dan keamanannya sangat kurang. Makanya banyak warga negara yang beralih kepada kendaraan pribadi meskipun ketika pergi atau pulang dari suatu tempat pasti melalui macet, kebanyakan lebih pilih kendaraan pribadi dengan alasan kenyamanan dan keamanan lebih memadai.
Menanggulangi sesuatu tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh proses tapi tetap harus ada perubahan. Seperti halnya cara yang dilakukan negara lain yaitu menertibkan para penjaga parkir dan menaikkan tarif retribusi, memperbaiki kinerja para pengendara angkutan umu dan menitikberatkan kepada keamanan dan kenyamanan dalam angkutan umum dan sebagainya. Pro dan kontra pasti ada, tapi kalau semua perubahan dilakukan dengan tepat dan bahkan memajukan kota Jakarta lebih baik lagi. Otomatis dengan sendirinya masyarakat pasti mengikuti teladan pemimpin-pemimpinnya. Saya harap dengan pemilihan gubernur Jakarta yang baru dapat melakukan perubahan demi perubahan yang tepat dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Tuhan memberkati🙂

sumber : http://news.detik.com/read/2012/06/23/233657/1949230/10/foke-digugat-soal-macet-jokowi-masyarakat-sudah-jengkel?991101mainnews tgl 24 Juni 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: