Kejahatan Kerah Putih – Proyek hambalang

Kejahatan yang pelakunya melibatkan kalangan kelas menengah ke atas, baik dalam strata sosial ekonomi maupun birokrasi, semakin marak terjadi. Jika dicermati, jenis kejahatan yang dikenal sebagai kejahatan kerah putih (white collar crime) ini dampaknya jauh lebih besar ketimbang jenis kejahatan konvensional. Dampak kerugiannya bisa menjangkau skala yang sangat luas, satu negara bahkan seluruh dunia bisa terkena dampaknya. Umumnya, kejahatan ini menimbulkan kerugian puluhan miliar hingga triliunan rupiah, dan bisa berdampak sistemik.
Bentuk-bentuk kejahatan kerah putih biasanya mencakup pencucian uang, pembobolan bank, rekayasa laporan keuangan, bidang perpajakan, transaksi elektronik, dan korupsi anggaran publik. Selain di bidang ekonomi, kejahatan kerah putih juga dapat berupa kejahatan terhadap lingkungan. Apa yang dilakukan oleh penjahat kerah putih selalu sejalan dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Oleh karenanya, kejahatan kerah putih umumnya baru terbongkar setelah menimbulkan banyak korban. Sebab, tak mudah mengendusnya, karena sifatnya yang melebur dalam sistem, sehingga korban dan publik tak bisa melihatnya secara kasat mata.
Terkait dengan maraknya kejahatan “kerah putih” salah satu contoh yang masih hangat untuk dibicarakan yaitu mengenai Proyek Pusat Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga Nasional Hambalang di Bogor, Jawa Barat. Dalam laporan investigatif yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan terhadap proyek tersebut, BPK menyimpulkan ada indikasi penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan dan penyalahgunaan kewenangan yang menimbulkan kerugian keuangan negara Rp 243,66 miliar. Temuan investigatif ini mengonfirmasi sebuah kejahatan korupsi yang dilakukan terstruktur dan sistematis. Penyangkalan yang selama ini dilakukan pihak yang dituding bertanggung jawab terbantah. Puluhan nama dalam laporan itu diduga ikut bertanggung jawab atas kasus korupsi proyek Hambalang pejabat setingkat menteri, bupati, birokrasi, hingga pihak swasta atau perusahaan.
Dilacak ke belakang, dugaan korupsi dalam proyek Hambalang adalah efek domino dari pengungkapan korupsi dalam proyek Wisma Atlet. Kedua kasus ini setidaknya memiliki kemiripan karena berada dalam ranah korupsi di sektor pengadaan infrastruktur. Dalam struktur korupsi pengadaan, kelompok bisnis atau korporasi menjadi alat bagi elite politik untuk menjarah uang rakyat. Motif ekonomi dengan memanfaatkan ruang politik tampaknya menjadi strategi jitu para koruptor.
Hambalang menjadi contoh konkret pola korupsi yang sangat rapi. Indikasi suap dalam memuluskan pengalokasian anggaran untuk proyek ini begitu terbuka lebar. Aliran uang yang diduga kepada beberapa pejabat dan politikus adalah bentuk dari upaya memperkaya diri atau kelompok secara tidak sah. Dampak negatif yang ditimbulkan akibat kejahatan ini bagi perekonomian Indonesia setidaknya berkisar pada dua hal: aspek kerugian keuangan negara dan buruknya infrastruktur publik yang dihasilkan. Kedua dampak ini harus diterjemahkan sebagai kerugian bagi publik karena uang yang dikorupsi adalah hasil pajak publik.
Sebagai kejahatan yang struktural, korupsi di pengadaan sesungguhnya bukanlah kejahatan yang berdiri sendiri. Tahapan korupsi dilakukan sejak di penganggaran, lelang, hingga pelaksanaan kegiatan pengadaan. Walaupun audit investigasi BPK hanya dilakukan terhadap proyek yang telah berjalan, pola dan tahapan korupsinya mengindikasikan bahwa proyek ini bermasalah sejak di proses penganggaran. Jamak diketahui bahwa setiap proyek infrastruktur yang dibiayai negara tak pernah luput dari praktik suap menyuap. Munculnya istilah fee atau uang lelah di kalangan DPR memperkuat dugaan: praktik ini terjadi.
Korupsi proyek Hambalang adalah korupsi ”berjemaah”: semua pihak yang disebutkan di dalam audit menjalankan perannya masing-masing. Dimulai dari penyiapan lahan untuk pembangunan, termasuk perizinan, persetujuan teknis pengadaan (lelang dan kontrak tahun jamak), pencairan anggaran, hingga penetapan pemenang lelang yang dilakukan di luar prosedur baku. Korupsi secara bersama-sama dalam proyek Hambalang menunjukkan tipe korupsi yang terorganisasi. Kelompok penguasa berkolaborasi dengan kepentingan bisnis melakukan kejahatan. Modus kejahatan korupsi semacam ini hanyalah modifikasi dan replikasi atas kejahatan korupsi pada Orde Baru. Dahulu penguasa dan kroninya menggunakan pengaruhnya menjalankan bisnis dan memperoleh keuntungan: semuanya dikendalikan oleh pusat kekuasaan pada saat itu. Di era pasca-Reformasi, kejahatan tetap dilakukan penguasa dan kelompok bisnisnya. Dengan pola yang agak berbeda, mereka berupaya menyamarkan hubungan antara penguasa dan kelompok bisnis dengan berbagai cara. Namun, ini akan tetap terbukti sebagai sebuah ”persekongkolan” manakala bukti-bukti dalam proses hukum menerjemahkan bahwa kelompok penguasa dan bisnis saling berkolaborasi.
Ini tentu saja tidak memungkiri keberadaan kelompok bisnis yang masih memegang prinsip bisnis yang bersih. Oleh karena itu, pentingnya peranan perusahaan yang tertib dilestarikan dan kontribusi kelompok bisnis semacam ini sangat penting tidak hanya demi pengungkapan kasus tetapi juga mendorong menciptakan proses bisnis yang bersih.
Menertibkan kasus korupsi Proyek Hambalang ini memang tidak semudah yang kita bayangkan . banyak sekali pihak yang terkait bahkan disebutkan bahwa tindakan korupsi yang dilakukan secara ‘berjamaah’. Menurut saya, proses penanganan atau penuntasannya yaitu dengan mengidentifikasi semua pihak yang bertanggung jawab dan menyiapkan bagian khusus dari KPK sebagai tim ivestigasi terhadap personal yang terlibat tanpa sepengetahuan dari pihak-pihak yang terkait. Disamping itu, hukum akan tindak korupsi harus benar-benar ditegakkan dan diberi sangsi yang berat, hal ini sangat kurang diterapkan dinegara ini. Bahkan alangkah lebih baik lagi adanya sangsi tembak supaya pribadi lepas pribadi sadar betapa kejujuran perlu di junjung tinggi dalam pemerintahan.

Sumber :
http://www.suarapembaruan.com/tajukrencana/kejahatan-kerah-putih-merajalela/5331
http://nasional.kompas.com/read/2012/11/22/10564628/Korupsi.Hambalang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: